KESETIAAN ‘KUCING’
Pagi-pagi pas mau berangkat kerja aku disuguhin sebuah pemandangan aneh. Sempat tergelitik hati ini. “pagi-pagi gini mau kawin” demikian gumamku ketika melihat sepasang kucing jantan dan betina. Si jantan sambil memeluk tubuh betinanya seolah-olah memaksa untuk mengajak bersenggama ala kucing tentunya. Tiada suara, bahkan ketika kuliatin tiada respon dari kedua kucing tersebut.
Lalu iseng nih, aku ambil hp untuk kubidikkan untuk direkam. lucu kali ya, demikian pikiranku saat itu. Tapi belum lagi masuk mode merekam, tiba-tiba kucing betinanya mengeluarkan secuil sesuatu dari lubang kencingnya. Aku pikir ini adalah alat kelamin betina yang keluar ketika sedang terangsang…. hehe ngeres juga ya pikiranku. Tapi gak berapa lama keluar lebih gede lagi. baru deh setelah itu tersadar bahwa kucing tersebut sedang melahirkan anaknya dan si jantan yang telah menghamilinya dengan setia menunggui betinanya sampe tuntas melahirkan.
Pertama aku merasa aneh, kenapa ya ada binatang se setia itu terhadap pasangannya. Padahal kan si jantan sah-sah aja mencari betina yang sebanyak-banyaknya. Dan ketika sudah merasa enak, terus pergi begitu saja. Namanya juga nafsu binatang hehe. Tapi ini enggak.. ketika betinanya sedang merasakan sakit mau melahirkan, justru si jantan memeluknya seolah ingin memberikan support untuk kuat. Akhirnya setelah anaknya lahir, keduanya pun lari membawa pergi anaknya menjauh dari pandangan mata manusia.
Akhirnya aku ingat, kalau gak salah pernah baca kalau kucing itu memang setia dan tidak meninggalkan pasangan begitu saja.
Masalahnya gara-gara kesetiaan kucing tersebut, aku jadi ingat akan seorang tepatnya masih ada hubungan family yang ketika istrinya melahirkan, meregang nyawa, justru suaminya tidak mendampinginya. Apalagi itu anak pertama. Tau kenapa alesannya? Alesannya kalau nungguin istri melahirkan, ntar omzet penjualannya turun… hehehe. dalam hati ketawa juga sih…… Masak sih anak pertama tidak ditungguin hanya karena takut omsetnya turun. Padahal usaha dimana-mana, rumah juga mewah……….dan itu disengaja lagi tidak nungguin bukan karena memang tidak bisa, tapi hanya sekedar agar tidak kehilangan omset.
Kalau kita berkaca pada dua hal diatas, maka sangat berbeda sekali, manusia yang punya otak dan pikiran masih bisa mengesampingkan perasaan hanya untuk sebuah ‘dunia’ sedangkan kucing meski berhati binatang tapi ternyata masih bisa menggunakan perasaanya untuk bisa mendampingi betinanya melahirkan.
Pelajaran yagn bisa di raih hari ini adalah ‘masa manusia mau kalah dengan binatang sih, binatang saja punya perasaan…..
on Mei 20th, 2009 at 16:28
pertamaxxxxx nehh
on Mei 20th, 2009 at 16:29
gak nyangka yah….
binatang ternyata juga punya perasaan seperti manusia malah kadang kelakuan manusia yang seperti binatang sungguh memalukan ….