Pasca kehamilan dengan anenchepaly tidak sedikit membuat para pasangan yang trauma untuk memulai kembali untuk mengusahakan kehamilan. Secara medis pasca terjadinya kehamilan dengan anencephaly tentu tidaklah menjadi soal jika seorang wanita dan pasangannya untuk merencanakan kembali kehamilan sepanjang apa yang menjadi penyebab dari terjadinya anenchepal tersebut, apakah karena virus.

Sebelumnya apa sih anenchepaly itu? Anenchepaly adalah bayi yant ditidak memiliki tempurung kepala, tempurung otak, namun masih memiliki batang otak di luar. Sehingga fungsi pernawasan dan kerja jantuk masih dapat berfungksi meski sedikit sekali kemungkinan untuk hidup.

Anenchepaly dapat terjadi karena di sebabkan oleh infeksi TORCH, kuman toksoplasma, rubella dan lain-lain, disamping juga karena kakurangan asam folat sehingga pembentukan organ janin tidak sempurna. Pembentukan organ janin terjadi pada trimester pertama, sehingga sangat sulit untuk memperbaiki keadaan ini kecuali saat akhir kelahiran, dibuatkan tempurung, namun itu sulit di lakukan mengingak janin masih sangat kecil.

Toksoplasma yang merupakan salah satu penyebab anencephaly merupakan penyakit infeksi yang ditemukan pada hewan di peternakan atau binatang peliharaan. Kucing merupakan pembawa (carrier) penyakit ini dan dapat menularkan kepada manusia melalui tinja, terutama bila sudah kering dan terhirup oleh manusia

Ciri-ciri terinfeksi toksoplasma yang mudah di kenali adalah dengan seringnya gejala flu, seperti bersin-bersin. Dan berdasar pengalaman, ini pula yang terjadi pada pasangan saya saat kehamilan mudanya.

Merencanakan kehamilan pasa anenchepaly bagi sebagian pasangan bukanlah hal yang mudah, karena biasanya ada ketakutan tersendiri akan terulang kembali kejadian yang pernah di alami. Untuk itulah sebelum melakukan rencana kehamilan, perlu di lakukan langkah-langkah yang dapat membantu agar tidak terulang kembali. Selain mental yang harus dipersiapkan, yang lebih penting pula adalah konsultasi terhadap dokter kandungan.

Langkah-langkah untuk merencanakan kehamilan pasca anenchepal dapat di lakukan sebagai berikut :

1. Konsultasi Dokter Kandungan

Langkah pertama untuk merencanakan kehamilan adalah dengan berkonsultasi ke dokter kandungan, dan menceritakan riwayat kehamilan tanpa ada yang di tutup-tutupin. Ingat! Tidak perlu malu dengan kondisi kandungan yang pernah di alami, akan tetapi justru harus menceritakan riwayat kandungan yang pernah di alami.

Dengan penjelasan yang kita berikan, bahwa riwayat kehamilannya pernah mengalami apa yang di sebut anenchepaly maka dokter yang kita ajak konsultasi akan melakukan langkah apa yang harus di ambil oleh kita. Biasanya Dokter akan menyarankan kita untuk dilakukan pemeriksaan medis terhadap toksoplasma.

2. Pemeriksaan Laboratorium

Setelah konsultasi dengan dokter, maka langkas selanjutnya adalah di lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah bebas dari virus penyebab anenchepal atau tidak. Tentu saja pemeriksaan ini di bawah pengawasan dokter, karena setelah itu langkah selanjutnya tentu adalah kembali konsultasi ke dokter yang bersangkutan apakah ada penyakit atau tidak.

Jika terjadi penyakit maka langkah berikutnya tentu saja adalah pengobatan secara intensif sampai negative dari virus. Setelah dokter mengijinkan untuk hamil lagi, maka lepaslah kontrasepsi untuk melakukan hubungan dengan sehat.

3. Merencanakan kehamilan

Langkah terakhir adalah merencanakan kehamilan yang sehat. Jika dokter sudah menyatakan bahwa kita negative dari virus penyebab anenchepal, maka perencanaan kehamilan adalah menjadi langkah terakhir.

Pasa anenchepal, tidak sedikit yang merasa trauma apakah kejadian tersebut akan terulang lagi atau tidak. Termasuk yang penulis rasakan, Setelah hampir 1,5 tahun sejak kejadian rasa trauma itu masih ada, rasa takut akan kembali terulang. Tapi semua aku kembalikan padaNya

Kini penulis masih berkonsultasi dengan dokter dan sudah selesai di lakukan pemeriksaan laboratorium untuk selanjutnya kembali berkonsultasi. Semoga semua lancar..

Mar
09

Ini mitos atau fakta? Jika kita mencermati perilaku anak-anak kita, serasa kita sedang bercermin dengan diri sendiri. Benarkah? Ehm.. bisa benar bisa pula tidak.  Tapi yang pasti perilaku anak-anak kita kadang-kadang meniru perilaku orang tuanya. Anak usia emas (Balita) adalah saat-saat dimana ia akan mampu menyerap secara cepat apa yang ia lihat, ia dengar dan ia rasa. Faktor lingkungan juga di tengarai sangat berpengaruh dengan pola asuh perilaku anak di usia emas.

Kadang kita perhatikan anak kita kok susahnya minta ampun, namun berkacalah benarkah sewaktu kecil kita juga susah? Jika benar, tentu kita akan mengangguk-angguk oh iya benar, namun jika tidak maka kita akan bertanya-tanya mirip siapa sih ini sebenarnya. Mirip ayah atau ibunya?. Perilaku orang tua sedikit banyak menurun pada anaknya. Tidak hanya sekedar hobi, namun temperamen pun bisa menurun pada anak. Memang penulis tidak melakukan penelitian secara ilmiah ada atau enggaknya hubungan antara perilaku orang tua dengan anak, namun penulis hanya mendasarkan diri pada pengalaman pribadi tentang perilaku anak.

Saya memiliki seorang putri berumur 4 tahun, namun di usianya yang baru genap 4 tahun ini, perilakunya susah sekali di kontrol, kadang bawaannya marah-marah. Seringkali anakku marah dengan melempar apa saja yang ada di dekatnya, dari pensil, kunci rumah, hingga tas pun kadang di banting. Hal ini terjadi jika kemauannya tidak dituruti,  anak pun kadang-kadang ikut2an mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya. Hal ini ternyata setelah di telusuri, ia mengikuti teman-temannya di luar, dan dampaknya tentu saja terbawa hingga ke ruang keluarga. Memang kita tidak mungkin mengawasi anak 24 jam non stop agar tidak mendapat pengaruh buruk, namun disisi lain, lingkungan pula yang akan membuat karakter anak menjadi dewasa.

Lantas adakah hubungan perilaku anak dengan orang tuanya? dari beberapa kejadian dapat disimpulkan perilaku anak bisa terjadi melalu keluarga dalam hal ini faktor turunan dan juga lingkungan sekitarnya. Jadi bagaimana agar kita bisa memproteksi diri dari anak-anak kita akan pengaruh negatif dari lingkungan? Mari kita jaga anak-anak kita dari perilaku-perilaku yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak-anak.

Mei
19
Filed Under (Umum) by r4sy4 on 19-05-2009 and tagged , ,

Pagi-pagi pas mau berangkat kerja aku disuguhin sebuah pemandangan aneh.  Sempat tergelitik hati ini. “pagi-pagi gini mau kawin” demikian gumamku ketika melihat sepasang kucing jantan dan betina. Si jantan sambil memeluk tubuh betinanya seolah-olah memaksa untuk mengajak bersenggama ala kucing tentunya. Tiada suara, bahkan ketika kuliatin tiada respon dari kedua kucing tersebut.

Lalu iseng nih, aku ambil hp untuk kubidikkan untuk direkam. lucu kali ya, demikian pikiranku saat itu. Tapi belum lagi masuk mode merekam, tiba-tiba kucing betinanya mengeluarkan secuil sesuatu dari lubang kencingnya. Aku pikir ini adalah alat kelamin betina yang keluar ketika sedang terangsang…. hehe ngeres juga ya pikiranku. Tapi gak berapa lama keluar lebih gede lagi. baru deh setelah itu tersadar bahwa kucing tersebut sedang melahirkan anaknya dan si jantan yang telah menghamilinya dengan setia menunggui betinanya sampe tuntas melahirkan.

Pertama aku merasa aneh, kenapa ya ada binatang se setia itu terhadap pasangannya. Padahal kan si jantan sah-sah aja mencari betina yang sebanyak-banyaknya. Dan ketika sudah merasa enak, terus pergi begitu saja. Namanya juga nafsu binatang hehe. Tapi ini enggak.. ketika betinanya sedang merasakan sakit mau melahirkan, justru si jantan memeluknya seolah ingin memberikan support untuk kuat. Akhirnya setelah anaknya lahir, keduanya pun lari membawa pergi anaknya menjauh dari pandangan mata manusia.

Akhirnya aku ingat, kalau gak salah pernah baca kalau kucing itu memang setia dan tidak meninggalkan pasangan begitu saja.

Masalahnya gara-gara kesetiaan kucing tersebut, aku jadi ingat akan seorang tepatnya masih ada hubungan family yang ketika istrinya melahirkan, meregang nyawa, justru suaminya tidak mendampinginya. Apalagi itu anak pertama. Tau kenapa alesannya? Alesannya kalau nungguin istri melahirkan, ntar omzet penjualannya turun… hehehe. dalam hati ketawa juga sih…… Masak sih anak pertama tidak ditungguin hanya karena takut omsetnya turun. Padahal usaha dimana-mana, rumah juga mewah……….dan itu disengaja lagi tidak nungguin bukan karena memang tidak bisa, tapi hanya sekedar agar tidak kehilangan omset.

Kalau kita berkaca pada dua hal diatas, maka sangat berbeda sekali, manusia yang punya otak dan pikiran masih bisa mengesampingkan perasaan hanya untuk sebuah ‘dunia’ sedangkan kucing meski berhati binatang tapi ternyata masih bisa menggunakan perasaanya untuk bisa mendampingi betinanya melahirkan.

Pelajaran yagn bisa di raih hari ini adalah ‘masa manusia mau kalah dengan binatang sih, binatang saja punya perasaan…..

Hari Pertama Kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2009 yang berlangsung di China yang telah berlangsung mulai jam 14.00 waktu setempat, membawa Indonesia unggul 4-1 atas Jepang. Keunggulan ini sedikit meleset, meski sempat di targetkan menang 5-0 atas Jepang. Akan tetapi melihat peta pemain Jepang yang unggul di tunggal dan ganda putri menyebabkan target tersebut meleset. Meskipun sudah diprediksi kalau ganda putri Indonesia akan kesulitan ketika berhadapan dengan ganda putri Jepang. Karena secara pengalaman, ganda putri Indonesia masih kalah jauh dibanding dengan ganda putri Jepang.

Bertanding di lapangan 4, lawan pertama Tim Indonesia di Piala Sudirman 2009 adalah Jepang yang berada satu grup bersama China dan juga Inggris. Pertandingan beregu di hari pertama sangat menentukan bagi tim untuk bisa menentukan langkah selanjutnya. Untuk itulah manager tim Indonesia tidak mau main-main lagi untuk hanya sekedar coba-coba menurunkan pemainnya meski lawan yang di hadapai di hari pertama adalah Jepang yang secara peringkat berada di bawah Indonesia.

Indonesia menurunkan wakilnya sebagai berikut :

1. Ganda Putra : Markis Kido/Hendra Setiawan

2. Tunggal Putri : Maria Kristin

3. Tunggal Putra : Sony Dwi Kuncoro

4. Ganda Putri : Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari

5. Ganda Campuran : Nova Widianto/Lilyana Natsir.

Sementara tim Jepang terdiri dari :

1. GandaPutra : Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto

2. Tunggal Putri : Sayako Sato

3. Tunggal Putra : Kenichi Tago

4. Ganda Putri : Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda

5. Ganda Campuran : Shintaro Ikeda/Rheiko Shiota

Menjadi pembuka di pertandingan Piala Sudirman (Sudirman Cup) 2009 yang berlangsung di Guangzhou China, pasangan Ganda Putra Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil menyumbangkan satu angka saat menghadapi ganda campuran Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Diset pertama pasangan Indonesia mampu meraih angka sempurna dengan kemenangan 21-14. Meski kondisi Markis Kido dalam posisi tidak fit seratus persen akan tetapi terbukti mampu memberikan perlawanan yang sengit. Memasuki set kedua keunggulan Markis Kido/Hendra setiawan tidak dapat dibendung oleh pasangan Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Set kedua dimenangkan dengan mudah oleh Markis/Hendra dengan 21-11 sekaligus memberikan satu angka bagi tim Indonesia.

Pertandingan berikutnya adalah tunggal putri yang menyandingkan tunggal putri terbaik Indonesia Maria Kristin Yulianti dengan tunggal putri Jepang Sayako Sato. Maria Kristin yang lama berkutat dengan cedera kali ini menjadi tulang punggung Indonesia untuk ikut menyumbangkan poin bagi Indonesia. Permainan Maria Kristin yang juga masih belum seratus persen fit patut diacungi jempol. Maria berhasil menyumbangkan satu angka bagi tim Indonesia sekaligus memimpin perolehan angka 2-0 atas Jepang setelah menaklukkan permainan pemain Sayako Sato dengan pertandingan cukup melelahkan dalam tiga set. Di set pertama, Maria harus kehilangan kesempatan untuk memimpin dan kalah dengan 18-21. Memasuki set kedua, Maria menemukan pola permainannya kembali dan mampu membalikkan keadaan menjadi 21-11 sekaligus menyamakan kedudukan menjadai 1-1 dan memaksa pemain Jepang yang cukup ulet tersebut untuk rubber set. Di set penentuan Maria harus ketinggalan angka. Maria tidak mampu mengungguli permainan lawan yang fisiknya memang lebih bagus hingga Maria harus ketinggalan 9-15. Akan tetapi pelan-pelan Maria satu demi satu meraih angka hingga kedudukan 12-15 untuk kemudian pemain Jepang tersebut menambah satu angka. Maria ketinggalan 12-16. Kemudian Maria berhasil menambah angka hingga kedudukan 17-19. Disinilah kesabaran Maria di uji. Dengan permainan yang tenang akhirnya Maria mampu mengunci permainan Sayako hingga Maria unggul dengan 21-19. Permainan Maria disaat kritis seperti ini mengingatkan kita akan permainan Maria di perempat final Olimpiade 2008 dimana Maria sempat ketinggalan 2-11 atas Shaina Nehwal, akan tetapi mampu menambah angka hingga kemenangan berada di tangan Maria. Sekaligus membuktikan mental Maria yang kian terasah.

Sementara itu di bagian tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro masih terlalu tangguh bagi Kenichi Tago. Kenichi Tago, pemain tunggal putra harapan Jepang tidak mampu mengimbangi permainan Sony yang diatas kertas memang lebih diunggulkan. Sony Dwi Kuncoro, tunggal putra nomor satu pelatnas berhasil menumbangkan permainan Kenichi Tago sekaligus menyumbang satu poin menjadi 3-0 untuk Indonesia. Sony menang dengan 21-17 dan 21-16.

Dipartai ke empat yang mempertandingkan ganda putri, pasangan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari gagal menyumbangkan satu angka setelah ditaklukkan ganda putri Jepang Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda. Shendy/Meiliana yang kalah pengalaman harus mengakui keunggulan pemain pasangan Jepang tersebut dan harus menyerah dengan 16-21 dan 14-21.

Partai terakhir yang mempertandingkan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir yang berhadapan dengan Shintaro Ikeda/Rheiko Shiota bermain cukup a lot. Di set pertama Nova/Lilyana harus berusaha mengalahkan egonya dan butuh kesabaran yang cukup tinggi karena ketinggalan angka dari pasangan Jepang yang bermain cukup percaya diri. Akan tetapi Nova/Lilyana yang bermain dalam tekanan harus menyerah dengan 16-21. Kekalahan yang cukup telak, mengingat Nova/Lily sempat ketinggalan 12-20 sebelum akhirnya mengejar ketertinggalan hingga 16-20 dan ditutup oleh pemain Jepang dengan 16-21. Memasuki set kedua Nova/Lily mengubah pola permainan atas anjuran pelatihnya. Nova/Lily berhasil menemukan pola permainannya dan kali ini berbalik menjadi pemegang kendali permainan. Di set kedua Nova/Lilyana menang atas Shintaro Ikeda/Rheiko Shiota dengan 21-14 sekaligus memaksakan pasangan ganda campuran Jepang tersebut untuk bermain tiga set. Di set ketiga, Nova Widianto/Lilyana Natsir harus kembali terseok-seok untuk dapat memenangkan permainan. Di awal Set, Nova/Lily harus ketinggalan angka atas Shintaro/Rheiko hingga Nova/lily menyamakan kedudukan 15-15 dan selanjutnya unggul dalam perolehan angka. Set ketiga dimenangkan Nova/Lily dengan 21-18. Sekaligus membawa Indonesia unggul 4-1 atas Jepang.

Jadwal pertandingan selanjutnya adalah esok hari tanggal 11 Mei 2009 yang mempertandingkan Indonesia melawan Inggris.

Apr
18
Filed Under (Umum) by r4sy4 on 18-04-2009 and tagged , , ,

Pasca Pemilu Legislatif 9 April silam, selain kepuasan dan ketidakpuasan tentang pemilihan umum yang menyangkut DPT, berita yang sedang hangat adalah Caleg yang stress akibat gagalnya melenggang menjadi anggota Legislatif .  Meski kelihatan sepele, akan tetapi sangat menarik untuk di cermati dengan fenomena caleg stressnya. Meski dari pemberitaan baru beberapa yang stress bahkan ada yang sampai gantung diri yang disinyalir karena stress akibat tidak terpilihnysang caleg menjadi anggota legislatif, akan tetapi fenomena ini menarik untuk dicermati.

Mengapa mereka bisa stress, bahkan dari pemberitaan yang sudah-sudah kebanyakan caleg yang stress tersebut berteriak minta dikembalikan uangnya, uang yang sudah dikeluarkannya… heheh apa-apaan ini… mana bisa. Kenapa sih mereka bisa stress? Ya jelas bisa, menurut pendapat saya mereka menjadi stress karena pada awalnya harapannya adalah uang! Yah Uang! apa lagi kalau bukan uang. Sehingga ketika uang mereka yang di keluarkan selama kampanye, baik itu dalih untuk membantu mesjid misalnya maupun uang jalan kesana sini yang sudah pasti besar terancam tidak bisa kembali modal, maka yang ada stress. Terlebih jika uang tersebut hasil pinjaman….

Sebenarnya sih sudah bukan rahasia lagi kok kalau jadi anggota legislatif itu enak, enak dari segala-galanya lah…… dari uang gaji dan tunjangan yang sudah pasti terjamin, belum lagi uang hasil bagi-bagi proyek misalnya.. jadi siapa sih yang tidak tergiur jadi anggota legislatif (DPR)…

Memang hingga saat ini masih ada yang punya pemikiran idealis menjadi caleg agar bisa menyuarakan ini dan itu, sebagai contoh menyuarakan perempuan, menyuarakan kaum terpinggir dan sebagainya, akan tetapi idealisme saja tidak cukup tanpa diikuti hati nurani dan keinginan akan uang. Ya gak?…

Lebih menarik lagi nih, dari bincang-bincang saya dengan rekan-rekan saya justru menanggapi caleg stress menjadi suatu hiburan tersendiri. Kenapa? karena kapan lagi kita liat orang kaya stress karena jatuh heheh …selama ini kan kita lihat orang stress memang karena ekonominya dari sononya lemah……. Apalagi kalau dilihat caleg-caleg stress tersebut ada yang sampai minta dikembalikan uang yang sudah disumbangkan misalnya, wah-wah ini sih gak lucu….. yang lucu kalau caleg tersebut benar-benar jadi anggota legislatif…… wah apa tidak merampok uang rakyat tuh…

Ya semoga saja Indonesia tidak dipenuhi oleh caleg-caleg yang stress dan semoga saja yang menjadi anggota legislatif adalah wakil rakyat yang benar-benar membela hak rakyat dan bukan hanya sebagai wakil partai saja….

sudirman-cupPiala Sudirman yang akan berlangsung dari 10 sampai 17 Mei 2009 di Guangzhou China akan segera berlangsung. Waktu yang tersisa bagi skuad merah putih untuk mengembalikan kembali Piala Sudirman ke Indonesia telah siap untuk bertanding. China sampai sekarang masih menjadi favorit juara, apalagi mereka akan bertanding di publiknya sendiri, tentu akan menjadi faktor yang lebih menguntungkan. Sedangkan Negara-negara lain seperti Korea dan Malaysia telah siap berbenah dan kekuatan merekapun semakin meningkat.

Untuk tim China memang tidak diragukan lagi, dari lima nomor yang dipertandingkan. Piala sudirman adalah ajang kejuaraan beregu campuran yang mempertandingkan seluruh nomor. China sendiri masih menjadi ancaman bagi seluruh Negara. China hanya lemah di nomor ganda putra yang kemungkinan akan menurunkan Fu Haifeng/Cai Yun. Sedangkan di Nomor tunggal dan ganda putri peta kekuatan China masih datas Negara-negara lain.

Ancaman lainnya dari negeri ginseng Korea Selatan. Korea selatan memiliki ganda putra kuat dan juga ganda campuran yang kuat. Di nomor ganda campuran Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dipastikan akan turun. Disamping itu tunggal putra Korea juga masih perlu di perhitungkan, karena beberapa kali tunggal-tunggal putra Korea kerap mempecaundangi lawan. Sedangkan dari Malaysia masih ada Ganda dan tunggal putra yang masih di takuti pemain Indonesia. Di ganda Putra Koo Kien Kiet/Tan Boon Heong masih menjadi momok bagi pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, sedangkan tunggal putra nomor satu Malaysia juga masih berada diatas angin.

Untuk Indonesia sendiri, meski menurunkan wakilnya dengan kekuatan penuh, akan tetapi peta persaingan yang kian ketat, menyebabkan peluang Indonesia untuk melangkah hingga ke final juga semakin berat, apalagi setelah tunggal putra dan putri terlilit cedera meski sudah sembuh akan tetapi sewaktu-waktu bisa kambuh.

Sejak pertama kali digelar, Piala Sudirman baru mampir di Indonesia 1 kali yaitu tahun 1989, setelah itu lepas dan belum kembali lagi hingga sekarang. Baru tiga Negara yang meraih piala Sudirman yaitu Indonesia satu kali, China enam kali dan Korea tiga kali. Terakhir di Glasslow skotlandia, meski Indonesia melangkah ke final, akan tetapi di final harus bertekuk lutut dengan China yang langsung menekuk dengan 3-0.

Tim Piala Sudirman kini telah terbentuk untuk membawa misi merebut kembali Piala Sudirman ke pangkuan Indonesia meski dengan materi pemain yang memang apa adanya seperti sekarang ini. Akan tetapi meski demikian, target tetap kemenangan, meskipun peluang tuan rumah China sangat terbuka, akan tetapi dalam kejuaraan beregu, faktor mental lebih diutamakan, karena biasanya kekuatannya lebih merata.

PBSI telah membentuk Tim Piala Sudirman sebanyak 21 atlit. Taufik Hidayat, Flandy Limpele dan Vita Marissa yang di sebut-sebut mempunyai kans untuk masuk di tim inti, ternyata tidak dimanfaatkan oleh PBSI. Namun demikian, hal ini mempunyai nilai positif tersendiri, karena dengan demikian PBSI lebih mempercayakan pemain yang ada meski itu belum berpengalaman. Dan apapun hasilnya nanti, suka dan tidak suka, itulah tim inti yang terbentuk dan dipercaya untuk merebut kembali Piala Sudirman.

Inilah kedua puluh atlet yang terpilih :

Tunggal Putra :

1. Sony Dwi Kuncoro

2. Simon Santoso

3. Tommy Sugiarto

Tunggal Putri :

1. Maria Kristin Yulianti

2. Adriyanti Firdasari

3. Weni Linda Fanetri

Ganda Putra :

1. Markis Kido

2. Hendra Setiawan

3. M. Ahsan

4. Bona Septono

5. Rian Sukmawan

6. Yonathan Suryatama Dasuki

Ganda Putri :

1. Greysa Polii

2. Nitya Krishinda Maheswari

3. Shendy Puspa Irawati

4. Meiliana Jauhari

Ganda Campuran :

1. Nova Widianto

2. Lilyana Natsir

3. Devin Lahardi Fitriawan

4. Lita Nurlita

5. Frans Kurniawan

Melihat materi pemain yang ada, Indonesia hanya matang di nomor ganda putra dan ganda campuran, sedangkan di tunggal putra meski ada Sony Dwi Kuncoro, akan tetapi pemain yang kerap did era cedera tersebut masih tergolong biasa-biasa saja bagi lawan sehingga lawanpun merasa tidak takut jika berhadapan dengan Sony dibanding dengan Taufik Hidayat misalnya. Sedangkan di nomor ganda putra, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan yang pekan lalu meraih juara di kejuaraan Asia, kali ini akan tampil lebih percaya diri, meski Markis Kido cederanya belum sembuh total.Akan tetapi melalui latihan yang intensif, ke 21 atlet tersebut siap merebut kembali Piala Sudirman yang telah lama pergi dari Indonesia.

Sementara itu China merupakan Negara yang terbanyak mengirimkan pemainnya dari list pemain yang dirilis oleh BWF per 14 April 2009. China mengirimkan 25 wakilnya yang masuk tim Piala Sudirman disusul kemudian oleh Indonesia dengan 21 wakil. Meski China kuat dari sector manapun, akan tetapi agaknya China juga berambisi untuk mengulang dan mempertahankan kembali Piala Sudirman tetap berada ditangannya. Sehingga meski kuat di berbagai sector, namun untuk lebih mengamankan scenario China, akhirnya mengirimkan wakilnya dengan jumlah yang terbanyak. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi China, karena dengan demikian, maka China bisa memasangkan siapapun yang akan bertanding, tentunya scenario China yang mungkin adalah akan menurunkan pemain muda ketika menghadapi lawan yang ringan, dan baru akan menurunkan pemain senior jika lawan yang dihadapi dianggap tangguh.

Tapi apapun hasilnya, ayo rebut kembali Piala Sudirman!! Go Indonesia….

Apr
13
Filed Under (Curhat) by r4sy4 on 13-04-2009 and tagged , , ,

imagesAyah kok pipisnya beldili…… demikian pertanyaan anakku yang berusia 3 tahun. Inikah yang dinamakan fase perkembangan anak dimana setiap ucapan, gerak gerik dan tingkah laku orang di sekitarnya akan di tiru? Ya secara teori anak di usia balita sangat gampang dipengaruhi oleh sesuatu yang bisa masuk ke otaknya. Figur yang menjadi panutan anak biasanya sering di contoh perilakunya. Dan prakteknya pun demikian……. Bila dahulu hanya sekedar teori, kini setelah punya anak sendiri baru deh merasakan bahwa teori tersebut benar adanya.

Anakku ‘salwa’, perempuan yang kini menginjak usia 3 tahun mulai mengkritisi tentang apa saja yang di lihat maupun di dengarnya. Seperti pertanyaan barusan, “ayah kok pipisnya berdiri”… sementara dia harus jongkok. Jika dijelaskan secara panjang lebar, jelas anak tersebut belum mengerti. Jawaban simpelnya sih hanya “ayah kan laki-laki, salwa kan perempuan”.. . Terus apa coba jawaban anakku…”salwa mah laki-laki aja………” kaget juga sih dengan jawaban seperti ini… artinya perilaku saya sangat diawasi oleh anak, baik cara bicara dengan ibunya maupun cara tidurpun anakku ikut-ikutan memfotokopi perilaku ku. tapi ah ini kan proses, suatu saat akan mengerti dengan sendirinya.

Sebagai contoh, disuatu tempat umum, jika anak saya ingin pipis sejauh ini lebih sering mau pipis dengan saya ayahnya, artinya otomatis mau gak mau harus ketoilet laki-laki sementara di toilet laki-laki kan banyak yang kencingnya berdiri. Nah bagaimana caranya agar anak tidak melihat orang-orang yang berdiri kencing? Sejauh ini cara yang saya pakai saat masuk ke toilet laki-laki anak perempuan saya akan saya tutup matanya sampai masuk ke toilet yang ada pintunya. Memang cara ini mungkin salah tapi daripada kita memaksakan anak yang ujung-ujungnya menangis untuk mengikuti kehendak orang tua dengan pipis di toilet wanita bersama ibunya, mending secara pelan-pelan kita kasih tahu. Karena memang mereka belum bisa membedakan laki-laki dan perempuan itu berbeda jauh.

Terus saya juga pernah membaca kalau pendidikan seks itu dimulai dari kecil saat usia balita dengan memperkenalkan alat genital ketika mandi misalnya. Tergantung dari sudut mana sih kita melihat, akan tetapi anak juga kadang belajar dengan lingkunangannya sendiri kok. Sebagai contoh anak saya kedapatan pipis berdiri di kamar mandi. Setelah saya Tanya kenapa pipisnya berdiri……..jawabannya adalah “ikut-ikutan ado….”… ikut-ikutan aldo katanya. Aldo adalah teman di playgroupnya. Artinya meski orang tua sampai berbusa memberi tahu ke anak, akan tetapi pendidikan di lingkungan juga ternyata berpengaruh bagi anak seusia 3 tahun.

Seiring dengan bertambahnya usia, pemikiran dan perkembangan anak, serta dunia di sekitar kita termasuk lingkungan dan televisi membawa dampak baik positif maupun negatif bagi anak seusia mereka. Sekarang tergantung bagaimana orang tua bisa memberi filter bagi pendidikan anak tersebut.

Memang tidak segampang teori yang sering kita baca, akan tetapi dengan berpedoman pada teori-teori yang pernah kita baca paling enggak kita punya patokan, sejauh mana sih teori tersebut bisa di praktekan dalam mendidik anak.

Pelajaran yang bisa di ambil dari kasus ini adalah :

1. Orang tua harus menjaga perilakunya didepan anak

2. Lingkungan sekitar berpengaruh terhadap perkembangan anak

3.    Balita dalah fotokopi orangtuanya

Mar
29
Filed Under (Curhat) by r4sy4 on 29-03-2009 and tagged , ,

Sudah lama banget tidak ngakak, tidak ketawa bersama-sama. Ini adalah momen langka, sehingga amat sangat berharga sekali ketika bertemu dengan teman-teman untuk sekedar bersua bersilahturahmi tidak bertemu….Wah memang sih ketawa itu murah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Ketawa sama tertawa beda gak? Beda-beda tipis sih…, soalnya kalo tertawa itu mudah dilakukan entah itu karena melihat tingkah yang lucu, atau mengingat sesuatu yang tiba-tiba tertawa sendiri. Tapi kalau ketawa? konteks ketawa pasti beda dengan tertawa, karena apa? ketawa itu lebih disebabkan oleh beban plong yang pada akhirnya bisa dengan lepas mengumbar tawa..

Setelah sekian lama bertapa dan tidak kongkow-kongkow bareng teman-teman, akhirnya bisa juga deh punya waktu untuk sekedar nongkrong sambil minum kopi di sebuah warung kopi terkenal. Walaupun sudah jadi bapak, tapi belom bapak-bapak lho…….. tetep saja ketika ketemu temen, ada sesuatu yang aneh di depan pasti deh jadi pusat perhatian dan jadi bahan perbincangan yang bisa mengundang tawa……, Bukan bergosip, tapi berkomentar………..pokoknya melihat tingkah orang, ada saja yang dicela………

alhasil, kita bisa ketawa riang tanpa harus menyinggung orang yang dicela… karena memang ngomongnya sambil bisik-bisik baru deh……. huahuahua. kan seru tuh…………..rasanya beban di kepala jadi hilang…… dan enteng………wah ternyata ketawa itu bisa menjadi obat yang ces pleng untuk ngurangin stress……..

Eit……… asal jangan ketawa sendiri lho………..

Mar
18
Filed Under (Curhat) by r4sy4 on 18-03-2009 and tagged , , ,

Ngeblog di blogdetik…… heheh sebenarnya saya ingin nulis ini sudah lama sekali. Awalmula kenapa akhirnya ngeblog juga di fasilitas blogdetik adalah karena semakin hari semakin ramai saja blog detik. Entah karena promosi yang dilakukan oleh detik.com sendiri yang mempunyai satu tempat di pojok bawah tempat para blogger baik dari kalangan blog artis, blog pilihan maupun blog baru akhirnya setelah melalui beberapa pertimbangan akupun jatuh di pelukan blogdetik.

Begitu daftar dan login pertama kali tidak sampai satu jam, tercipta sudah satu tulisan yang sebelumnya memang sudah dipersiapkan untuk masuk blog detik. Selesai?….. belum….. ternyata perlu sentuhan-sentuhan untuk mempercantik halaman blog, meski belum sempurna, oke-lah untuk blog yang baru satu tulisan.

Dari awal, sudah merencanakan blog yang tercipta di blogdetik ini mempunyai tema tersendiri, tidak seperti blog-blog ku yang lain yang terlalu banyak mencampuradukkan tulisan, sehingga terkesan tidak bertema. Lewat blog inilah akhirnya terciptalah blog yang oleh saya sendiri akan digunakan sebagai tempat share, berbagi cerita dengan siapa saja. Tentunya secara interaktif dan memperoleh banyak pengunjung…..

Berhasil?…. ternyata belum berhasil. Lewat mesin pencarian google mungkin iya, tapi dari artikel pertama belum memperoleh sambutan dari mesin pencarian. Akhirnya berharap dipromosiin oleh blogdetik melalui detik.com untuk dimunculkan di blog terbaru. Berhasil…?? yup benar selang beberapa jam postingan pertama, blog ini muncul di detik.com. Lalu, pembacapun berdatangan satu demi satu dan memberi komentar dengan tulisanku. Aku kewalahan untuk mengaprove komentar satu demi satu… akhirnya tidak sampai 12 jam pengunjung mencapai 1000an orang. ini aku pantau dari counter yang kupasang disitu. Seneng juga karena dikunjungi oleh pembaca blogdetik dan komentar yang diberikan sangat berarti bagi kami.

Namun tidak sampai disini……… akhirnya mungkin tidak sampai 5 jam blog saya nangkring di blog terbaru detik.com akhirnya di drop, diturunkan dan diganti dengan blog terbaru lainnya….. sempat muncul pertanyaan…. wah-wah blog detik gak adil nih, blog-blog lain yang muncul di detik.com kalau saya perhatiin bisa berhari-hari yang secara tidak langsung akan menarik pembaca lainnya, tapi kenapa blog saya tidak sampai setengah hari sudah di drop……..

Akhirnya setelah di drop…. blog saya sepi pengunjung, bahkan sangat sepi…… ternyata aku harus belajar banyak tentang bagaimana agar bisa menarik pembaca masuk ke blog kita tanpa harus tergantung dengan pemilik fasilitas blog.

Well, pagi-pagi begini akhirnya tuntas sudah unek-unek saya tentang blog detik, sekaligus pengalaman saya ngeblog di blog detik…..

Anak Dengan Anenchepaly

Anak Dengan Anenchepaly

Deg! Jantungku berhenti begitu dokter kandungan yang memeriksa istriku mengatakan suatu rahasia tentang kandungan istriku. Saat itu dokter mengatakan kalau jangan dikasih tahu dulu ke istriku, sebelum mendapatkan second opinian di Rumah Sakit yang dirujuk. Aku kaget, bengong, tidak percaya tapi sekaligus ingat akan dosa-dosaku ketika dokter mengatakan bahwa otak calon anakku tidak berkembang, kepalanya tidak berkembang atau yang dikenal dengan istilah kedokteran ‘Anenchepal’, begitu dokter menyebutnya. Sebagai seorang calon ayah untuk anakku yang kedua, tentu aku kaget bukan kepalang. Terbayang akan dosa-dosa yang selama ini aku lakukan. Inikah hukum karma? Sehingga anakku yang tidak tahu apa-apa harus menanggung beban yang tidak seharusnya di sandangnya. Atau ini takdir?

Selama konsultasi dengan dokter, istriku disuruh keluar oleh dokter sehingga praktis ia tidak mendengar apa yang aku bicarakan. Ya, dokter mengatakan satu-satunya jalan adalah mengakhiri kehidupan si jabang bayi, atau menunggu sampai usia kandungan hingga Sembilan bulan dengan resiko bisa meninggal di dalam atau setelah keluar tapi tidak mempunyai kans hidup.

Dalam hati aku berharap semoga diagnose dokter salah. Selama perjalanan hingga pulang kerumah istriku selalu menanyakan apa yang terjadi dengan kandungannya. Aku diam dan sesekali tersenyum ke istriku. Senyum yang sesungguhnya di hati ini sakit sekali tapi berusaha tegar di depan istriku. Hati ini menangis, tapi tak ku keluarkan didepan istriku. Aku harus tegar dan tidak boleh cengeng menghadapi ini. Sesuai dengan pesan dokter agar istriku jangan di kasih tahu dulu keadaan calon anakku sebelum pemeriksaan selanjutnya. Tapi istriku selalu mendesak sambil menangis. Akhirnya akupun memberitahu tentang keadaan yang sebenarnya. Aku terdiam sedih dalam hati, istriku pun kaget bukan kepalang. Selera makan hilang sama sekali. Perasaan sedih, berdosa, terpukul semua campur jadi satu.

Selama di dokter aku tidak banyak bertanya, karena memang selama ini kondisi kandungan fine-fine saja, tiap dua minggu sekali juga sudah periksa. Dan kondisi kandungan saat menginjak 26-27 minggu itulah tragedy itu terjadi. Anakku menderita Anenchepaly. Aku gak tau apa itu anenchepaly, akhirnya setelah emosi ini sedikit reda aku buka computer dan internet untuk mencari tahu apa itu anenchepaly.

Anenchepaly atau dikenal juga dengan istilah kedokteran anenchepalus atau anenchepal adalah kondisi dimana bayi tidak memiliki tempurung kepala sehingga otaknya berada di luar kepala. Hal ini bisa di sebabkan oleh kekurangan asam folat maupun virus. Ada berbagai macam virus yang menjadi penyebabnya seperti virus toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes, atau yang sering di sebut TORCH. Butuh pengobatan 3 – 6 bulan untuk penyembuhan virus tersebut secar kontinu. Peluang untuk hidup bayi dengan kondisi anenchepaly sangat kecil, bahkan dari sumber yang saya dapatkan hanya sampai 20 jam setelah lahir. Disamping juga bisa disebabkan karena kondisi lingkungan dan si Ibu kurang asupan gizi. Benarkah kurang asupan gizi? Kayaknya enggak deh……….

Setelah melihat, membaca dan membandingkan gambar dan artikel tentang anenchepaly, akhirnya aku kasih ke istriku untuk dibaca sendiri. Secara psikologi aku menjadi lebih kuat, demikian juga istriku, karena kalaupun harus dipertahankan hingga Sembilan bulan hanya akan kasihan bagi kondisi anakku. Yang terpikir saat itu adalah selama menunggu hingga 9 bulan, pasti tingkat stressingnya sangat tinggi karena sudah mengetahui kondisinya, disamping juga jika menunggu sampai Sembilan bulan, kasihan bagi anakku , disamping tidak bisa menghirup dunia dengan waktu yang lama atau tidak ada kans hidup(Wallahu a’lam), akan lebih menyakitkan jika kondisi anakku di foto oleh wartawan media dan di publikasikan. Tentu ini akan menambah penderitaan sendiri bagi keluarga maupun bagi anakku sendiri yang tanpa dosa.

Setelah browsing lewat internet dan berbagai sumber kuketahui, aku tidak sendirian, disana banyak juga yang pernah mengalami kasus yang sama, ini menambah kekuatan tersendir bagi kami. Ada beberapa sumber blog/tulisan yang juga memiliki pengalaman yang sama, dan ini sangat membantuku untuk belajar lebih kuat. Aku tidak sendirian

Ketika di ketahui pertama kali oleh dokter Obgin, Dokter Ali yang berpraktek di wilayah Bandung Timur adalah pada hari Jumat yang langsung di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dilakukan USG ulang. Selama selang waktu 3 hari menunggu datangnya hari Senin, karena Sabtu Minggu adalah hari libur, tingkat stress yang aku alami sangat tinggi. Perasaan gak enak makan, gak enak tidur hingga pada hari Senin pagi, aku berdua istriku meluncur ke RSHS Bandung untuk dilakukan USG ulang. Meski secara psikis sudah siap, tetap saja selama pemeriksaan dan ketika dokter menjelaskan bagian demi bagian yang membenarkan tentang diagnose dokter pertama, membuat istriku menangis lagi. Sambil melihat dan mendengar penjelasan dokter. Aku secara psikologis sudah siap dan berusaha menguatkan hati istriku.

Dengan membawa hasil dari USG di RSHS malamnya kami berdua langsung ke dokter Ali, dokter yang memeriksa istriku sekaligus dokter anakku waktu anak pertama belum lahir. Dari dokter Ali, kami di Tanya langkah apa yang akan di ambil apakah memang kehidupannya diakhiri alias abortus atau mau menunggu 9 bulan dulu. Akhirnya kami berdua sepakat untuk mengambil pilihan yang paling berat. Akhirnya kami setuju untuk dikeluarkan sebelum pada waktunya. Dan sepertinya inilah yang memang diharapkan kata-kata ini keluar . Kembali esoknya kami berdua ke RSHS tanpa ditemani keluarga lain, karena memang kami tidak mau merepotkan mereka.

Tapi satu hal yang tidak aku lupakan, malam sebelum masuk RSHS, ketika tidur malamku, aku diganggu oleh tangisan. Entahlah ini apa, tapi yang jelas itu yang aku rasakan, tangisan menyayat hati yang seolah-olah di sampaikan oleh calon bayiku. Istriku memang sudah tidur menemani anak pertamaku, seperti biasa aku asyik browsing internet hingga saatnya merebahkan badan disamping istriku dan anakku. Tapi sungguh, Demi Allah aku gak bisa tidur. Tarikan nafas istriku menyampaikan pesan tangisan anakku. Menyayat sekali……… Ia seolah ingin menyampaikan pesan ayah………. Jangan ambil nyawaku……. Biarkan aku hidup”……… Aku nangis, kali ini tangisanku benar-benar menetes karena aku tahu istriku sudah tidur dan tidak melihatku……..Pergolakan dalam batinku antara iya dan tidak, antara setuju dan tidak setuju untuk mengakhiri hidup anakku. Tapi tangisan yang kudengar lewat tarikan nafas istriku semakin menyayat hati……… aku tak kuat… akhirnya aku keluar masuk kamar, gelisah tiada tara. Aku berdoa “ Ya Allah, ampuni dosa-dosaku”……, Tapi suara menghiba itu serasa memanggilku kembali..”Ayah……..berikan aku hidup”…………. Kugoyangkan badan istriku biar terbangun, tapi aneh ia tidak bergeser dan tidak bangun. Hingga akhirnya lewat dini hari baru aku bisa memejamkan mata, dan pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan solat subuh.

DI RSHS, Alhamdulillah kami mendapatkan banyak kelancaran dan kemudahan, dari antrian di loket pertama. Kami mendapatkan nomor antrian orang yang tidak dipakai, otomatis begitu antri gak nunggu lama nomor kami sudah dipanggil. Begitu masuk Klinik Obgin, pemeriksaan dan surat medis yang dibawa dari dokter Ali kami serahkan. Kembali istriku diperiksa. Lagi-lagi istriku nangis sedih. Akhirnya dokter memanggilku dan menjelaskan kembali kondisi kandungan istriku dan memang harus di akhiri . Aku setuju, istriku langsung di bawa ke emergency setelah sebelumnya aku menyelesaikan administrasi.

Akupun nelpon sana nelpon sini ke teman-temanku sekaligus minta doa dan minta maaf jika selama ini menyakiti mereka, karena ini pukulan berat sekaligus dilemma besar bagiku. Sebagai seorang penanggungjawab keluarga akulah yang harus tanda tangan ini dan itu yang menyangkut keberadaan anakku. Tanda tangan persetujuan apabila terjadi pendaharaan, tanda tangan persetujuan untuk mengakhiri kehamilan istriku. Semua adalah dilemma besar bagiku. Dilain sisi, berdosakah aku karena telah membiarkan nyawa itu terambil? Berdosakah aku mendahului takdirnya meski ada alas an medis untuk itu? Duh Gusti ………….. dosa apa pula yang ku perbuat sehingga anakku harus menderita seperti ini. Tangisku pecah dalam keheningan, pecah dalam hati. Aku menjerit tanpa ada orang yang mendengar jeritanku. Hanya aku pendam sendiri.

Selama di RSHS tentunya tidak gampang, karena harus menahan sakit lebih dari 24 jam. Melalui beberapa proses rangsangan melahirkan, dengan obat dan infuse akhirnya anakkupun lahir pada Rabu, 11 Februari 2009 Jam 16.55, aku tidak bisa mendampingi proses kelahiran anakku ini karena saat itu aku sedang dipanggil dokter anak untuk membicarakan kondisi bayinya. Untuk menandatangani ini itu yang sesungguhnya berat dan dilemma bagiku. Sampai saat inipun aku selalu merasa berdosa dan dilemma banget, karena akulah yang harus tanda tangan untuk persetujuan mengakhiri hidup anakku, sehingga akulah yang paling bertanggungjawab. Apakah aku pembunuh anakku sendiri? Duh Gusti……. Ampuni hambaMu…………..Atau ini cobaan dariMU yang harus kuhadapi?……..

Begitu lahir anakku langsung dibawa ke dalam ruang bayi untuk di beri penghangat. Ketika lahir anakku dalam kondisi hidup, aku dipanggil untuk melihat anakku sekaligus meng’adzaninya. Tangisku kembali pecah dalam hati, aku sampai lupa telinga kanan atau kiri yang aku adzani dulu, sampai sekarang aku lupa, tapi kemungkinan besar salah. Karena kondisinya memang sedang kalut.

Anakku terlahir dengan anencephaly, tanpa tempurung kepala dan otaknya berada di luar. Bisa dibayangkan. Meski demikian, anakku lahir putih bersih dengan wajah yang tampan sudah terlihat disana. Laki-laki tampan dengan berat 800 gram. Memang premature sekali karena belum genap tujuh bulan, baru 6 bulan lebih. Aku azani anaku, Subhanallah……… anakku menangis ditelingaku. Tangisan yang belum sempurna. Tangisan janin yang belum keluar seperti tangisan, tapi tangisan yang menyayat hati. Hanya keluar desahan yang lemah sebagai symbol tangisan, Karena memang ia menangis, tapi belum sempurna. Hatiku teriris pilu. Aku menyaksikan kondisi anakku, meski tidak sempurna tapi ia begitu tampan….Calon anak kedua yang harus kurelakan untuk berpisah secara dini. Anak pertamaku seorang perempuan yang kini berusia 3 tahun. Itulah mengapa dokter mengira ini anak pertama, karena mungkin dari banyak kasus terjadi pada anak pertama.

Akhirnya selang setengah jam, anakku dipanggil olehNya. Dan akupun kembali dipanggil dokter yang segera mengantarkan anakku yang belum sempurna ke kamar mayat. Yang segera dimandikan dan dikafani. Karena kondisi sudah malam, akhirnya baru keesokan harinya anakku kukuburkan. Dibalik semua, aku ambil hikmahnya, dan terima kasih sekali atas bantuan teman-teman dan saudara yang memudahkan kami semua, hingga anakku dikuburkan.

Cerita ini sengaja aku tuliskan bukan untuk membuka aib anakku yang tidak sempurna, akan tetapi sekedar berbagi, bahwa kehidupan itu sudah diatur. Bahwa saat usia kandungan dari awalpun anak itu harus selalu diawasi, terlepas dari semua takdir yang sudah menjadi kehendakNya. Kita manusia hanya bisa berusaha. Dan tidak gampang membuat keputusan yang berat, uang bukanlah segala-galanya tatkala kita tahu keadaan anggota keluarga kita yang sakit. Keputusan lintas vertical dan horizontal. Vertikal dengan sang Khalik, dan Horisontal sesama manusia yang paling berat yang memang akhirnya kami ambil.

Menurut medis jelas keputusan ini tidak menyalahi aturan, tapi secara hati nurani? Siapa yang tahu……Selamat jalan anakku……….. Tunggu kami di pintu Surga…….karena engkau adalah tabungan kami orangtuamu di pintu surga nanti………

Untuk yang mengalami kasus yang sama dengan diriku, jangan bersedih, masih banyak yang bernasib sama, Ambil hikmah di baliknya, Terlepas dari karena virus maupun kekurangan asam folat, tapi semua yang terjadi adalah sudah menjadi taqdirNya dan kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas.